welcome to ARIMA area

salah satu amal yang tak kan terputus pahalanya meski seseorang telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat. lewat blog ARIMA ini semoga menjadikan ilmu yang kami miliki dapat memberikan manfaat meskipun hanya sedikit.

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


A.  Contoh Study Kasus dari Data Wei 3
Berikut ini adalah data yang ingin dianalisis dengan ARIMA Box-Jenkis.

Series W3   Blowfly data

1676 3075 3815 4639 4424 2784 5860 5781 4897 3920 3835 3618
3050 3772 3517 3350 3018 2625 2412 2221 2619 3203 2706 2717
2175 1628 2388 3677 3156 4272 3771 4955 5584 3891 3501 4436
4369 3394 3869 2922 1843 2837 4690 5119 5838 5389 4993 4446
4651 4243 4620 4849 3664 3016 2881 3821 4300 4168 5448 5477
8579 7533 6884 4127 5546 6316 6650 6304 4842 4352 3215 2652
2330 3123 3955 4494 4780 5753 5555 5712 4786 4066

Maka sesuai dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan, berikut ini tahapan untuk mendapatkan model peramalan dengan ARIMA.

1.      Time series Plot
Gambar plot time series yang dihasilkan yaitu.
Gambar 1. Time Series Plot
2.      Pengujian Stasioner
Cek stasioneritas meliputi stasioneritas dalam mean dan varians. Terlebih dahulu dicek stasioneritas varians dari Box-Cox plot. Lalu cek stasioneritas mean secara visual dengan melihat plot ACF.
2.1    Pengujian Stasioner Varians

Gambar 2. Plot Box Cox
            Berdasarkan Gambar 2 diketahui bahwa Lower dan Upper CL sudah melalui titik 1 (satu) sehingga dapat dikatakan data memenuhi stasioner varians.
2.2    Pengujian Stasioner Means
Secara visual cek stasioneritas mean dilihat dari plot ACF yang dihasikan.
Gambar 3. Plot ACF
Berdasarkan Gambar 3 diketahui bahwa plot yang dihasilkan turun cepat menuju nol sehingga dapat dikatakan data stasioner dalam mean.
3.    Estimasi Parameter
Berikut ini adalah plot ACF dan PACF untuk menduga orde ARIMA.
Gambar 4.Plot PACF
Berdasarkan Gambar 3 dan 4 diduga bahwa modelnya AR(1), MA(2), dan  ARMA(1,1). Berikut ini masing-masing estimasi parameter.
3.1  Model dugaan : AR(1)
Hipotesis :
H0 :
H1 :
Tingkat signifikan : 5% = 0,05
Statistik Uji :
Daerah Kritis : tolak H0 jika P-Value<α atau >
Tabel 1. Tabel AR(1)

Type        Coef  SE Coef      T      P
AR   1    0.7661   0.0723  10.60  0.000
Constant  946.12    98.92   9.56  0.000
Mean      4045.2    422.9

Number of observations:  82
Residuals:    SS =  64012080 (backforecasts excluded)
              MS =  800151  DF = 80 
 







            Berdasarkan Tabel 1. didapatkan nilai P-value pada AR (1) sebesar 0,000 dan nilai constan sebesar 0,000. Karena nilai P-value AR (1) <α yaitu 0,000<0,05 dan P-value constan <α yaitu 0,000<0,05  maka tolak H0,yang berarti parameter AR(1) signifikan terhadap model sehingga model AR (1) dapat dibuat model
3.2  Model dugaan: MA(2)
Hipotesis :
H0 :
H1 :
Tingkat signifikan : 5%
Statistik Uji :
Daerah Kritis : tolak H0 jika P-Value<α atau > 
Tabel 2.  Tabel MA(2)

Type         Coef  SE Coef      T      P
MA   1    -0.8173   0.0984  -8.31  0.000
MA   2    -0.4857   0.0980  -4.96  0.000
Constant   4103.9    232.2  17.68  0.000
Mean       4103.9    232.2

Number of observations:  82
Residuals:    SS =  66382656 (backforecasts excluded)
              MS =  840287  DF = 79
 







           
Berdasarkan Tabel 2. didapatkan nilai P-value pada MA (1) sebesar 0,000 dan nilai MA(2) sebesar 0,000 serta constan sebesar 0,000. Karena nilai P-value MA(1), MA(2) dan constan  <α yaitu 0,000<0,05 maka tolak H0,yang berarti parameter MA(2) signifikan terhadap model sehingga model MA(2) dapat dibuat model.
3.3    ARMA(1,1)
Hipotesis :
H0 :
H1 :
Tingkat signifikan : 5%
Statistik Uji :
Daerah Kritis : tolak H0 jika P-Value<α atau >
Tabel 3.  Tabel ARMA(1,1)

Type         Coef  SE Coef      T      P
AR   1     0.7156   0.1017   7.04  0.000
MA   1    -0.1217   0.1436  -0.85  0.399
Constant   1153.4    110.9  10.40  0.000
Mean       4055.4    389.9

Number of observations:  82
Residuals:    SS =  63176162 (backforecasts excluded)
              MS =  799698  DF = 79

 







          
  Berdasarkan Tabel 3. didapatkan nilai P-value pada AR (1) sebesar 0,000 dan nilai MA(1) sebesar 0,399 serta constan sebesar 0,000. Karena nilai P-value MA(1) >α yaitu 0,399 > 0,05 maka gagal tolak H0,yang berarti parameter MA(1) tidak signifikan terhadap model ARMA (1,1). Maka MA (1) tidak dimasukkan dalam persamaan model.
                Berdasarkan dilai MS yang dihasilkan dari ketika dugaan model AR (1), MA (2) dan ARMA (1,1) nilai MS terkecil adalah  nilai MS dari ARMA(1,1)yaitu sebesar 799698.  Namun karena parameter MA(1) tidak signifikan terhadap model ARMA (1,1) maka model yang terpilih adalah AR (1).

4.    Pengujian Asumsi Whitenoise dan Distribusi Normal
Hipotesis:
H0: Residual white-noise (ρ = 0)
H1: Residual tidak white noise (ρ≠0)
Taraf signifikan: α = 5%
Daerah Kritis : Tolak H0 jika Q>X2α,k atau P-Value
Statistik Uji :

Modified Box-Pierce (Ljung-Box) Chi-Square statistic

Lag            12     24     36     48
Chi-Square    4.9   10.6   25.4   29.7
DF              9     21     33     45
P-Value     0.839  0.970  0.825  0.962

 
Tabel 4.  Diagnostic Check (Residual)




           
Berdasarkan Tabel 1.4 diperoleh nilai P-value pada lag 12 sebesar 0,839, nilai P-Value pada lag 24 sebesar 0,970, nilai P-value pada lag 36 sebesar 0,825 dan nilai P-Value pada lag 48 sebesar 0.962. Nilai P-value lag 12,24,36 dan 48 >α maka gagal tolak H0, yang berarti residual whitenoise.
Setelah diketahui bahwa data memenuhi asumsi white-noise (Independen dan Identik). Maka selanjutnya dilakukan pengujian kenormalan data menggunakan pengujian Kolmogorov Smirnov sebagai berikut.
Hipotesis:
H: Residual data berdistribusi normal
H1  : Residual data tidak berdistribusi normal
Taraf signifikan: α = 5%
Gambar 5. Plot Distribusi Normal
Dari Gambar 5. diketahui nilai P-value > α yaitu sebesar 0,150> 0.05 maka gagal tolak H0 sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan uji kolmogorov smirnov, residual data memenuhi asumsi distribusi normal.
5.    Forcasting Model
Model dugaan terpilih adalah AR (1) atau ARIMA (1,0,0). Persamaan model ARIMAnya adalah: 
Zt = Øat-1 + at = 0,7661 at-1 + a

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar